Kamis, 11 Oktober 2018

Metode Penelitian# Tugas Metode Penelitian


METODE PENELITIAN
Dosen : Arief Nurdini

Metodologi penelitian berasal dari kata “Metode” artinya cara yang tepat untuk melakukan sesuatu dan “Logos” artinya ilmu atau pengetahuan. Metodologi artinya cara melakukan sesuatu dengan menggunakan pikiran secara saksama untuk mencapai suatu tujuan. Sedangkan “Penelitian” adalah suatu kegiatan untuk mencari, mencatat, merumuskan dan menganalisis sampai menyusun laporannya
Metodologi penelitian atau dengan kata lain penelitian, dapat disampaikan bahwa penelitian itu sendiri adalah penyelidikan yang terorganisasi, dan bisa  diartikan sebagai pencarian pengetahuan dan memberi arti yang secara terus menerus terhadap sesuatu. Metodologi penelitian dapat didefinisikan sebagai tata cara yang lebih terperinci mengenai tahap-tahap melakukan sebuah penelitian.
Metodologi penelitian dalam arti yang luas adalah ilmu yang mempelajari cara-cara melakukan pengamatan dengan pemikiran yang tepat secara terpadu melalui tahapan-tahapan yang disusun secara ilmiah untuk mencari, menyusun serta menganalisis dan menyimpulkan data-data, sehingga dapat dipergunakan untuk menemukan, mengembangkan dan menguji kebenaran sesuatu pengetahuan berdasarkan bimbingan Tuhan.
Strategi penelitian ini merupakan tata cara dalam melakukan suatu penelitian tertentu, dengan harapan penelitian kita tidak melenceng dari aturan yang sudah ada. Ada beberapa jenis strategi penelitian, di antaranya adalah eksperimen, survei, analisis, historis, dan studi kasus. Masing-masing strategi diperlukan untuk mampu menjawab suatu penelitian. Untuk menjawab suatu pertanyaan dalam penelitian maka digunakan suatu strategi yang disarankan oleh Yin (1996), dimana ada tiga faktor yang akan mempengaruhi jenis strategi penelitian, yaitu:
1. Tipe pertanyaan yang diajukan.
2. Luas kontrol yang dimiliki peneliti atas peristiwa perilaku yang akan diteliti.
3. Fokus terhadap peristiwa kontemporer sebagai kebalikan dari peristiwa historis.

Perkembangan metodologi penelitian dalam ilmu pengetahuan memiliki sifat utama, yaitu tersusun secara sistematik dan runtut dengan menggunakan metode ilmiah. Sementara orang menganggap perlunya memiliki sikap ilmiah untuk menyusun ilmu pengetahuan tersebut atau dengan kata lain ilmu pengetahuan memiliki tiga sifat utama tersebut, yaitu :
1) Sikap ilmiah
2) Metode ilmiah
3) Tersusun secara sistematik dan runtut
Sikap ilmiah menuntun orang untuk berpikir dengan sikap tertentu. Sikap tersebut bertujuan untuk menuntun seseorang dengan cara tertentu dengan tujuan menghasilkan ilmu pengetahuan. Selanjutnya cara tertentu itu disebut metode ilmiah. Jadi dengan sikap ilmiah dan metode ilmiah diharapkan dapat disusun ilmu pengetahuan dengan sistematik dan runtut.
Periode perkembangan metodologi penelitian yang dikemukakan oleh Rummel yang dikutip oleh Prof. Sutrisno Hadi MA digolongkan sebagai berikut :
a.       Periode Trial and Error
Periode ini diisyaratkan bahwa ilmu pengetahuan masih dalam keadaan embrional. Dalam periode ini orang menyusun ilmu pengetahuan dengan cara mencoba- coba berulang kali sampai dijumpia suatu pemecahan masalah yang diangap memuaskan.
b.      Periode Authority and Tradition
Periode ini kebenaran ilmu pengetahuan didasarkan atas pendapat para pemimpin atau penguasa waktu itu. Pendapat-pendapat itu dijadikan ajaran yang harus diikuti begitu saja oleh rakyat banyak dan mereka harus menerima bahwa ajaran tersebut benar. Di samping pendapat para penguasa atau pemimpin, tradisi dalam kehidupan manusia memang memegang peranan yang sangat penting di masa lampau dan menentang tradisi merupakan hal yang tabu.
c.       Periode Speculation and Argumentation
Periode ini ajaran atau doktrin para pemimpin atau penguasa serta tradisi yang bercakal dalam kehidupan masyrakat mulai menggunakan dialektika untuk mengadakan diskusi dalam memecahkan masalah untuk memperoleh kebenaran. Dengan kata lain, masyarakat mulai membentuk kelompok-kelompok spekulasi untuk memperoleh kebenaran dan menggunakan argumen-argumen.
d.      Periode Hypothesis and Experimentation
Periode ini orang mulai mencari rangkaian tata cara untuk mnerangkan suatu kejadian. Mula-mula membuat dugaan-dugaan (hipotesis-hipotesis), kemudian mengumpulkan fakta-fakta kemudian dianalisis dan diolah, hingga akhirnya ditarik kesimpulan. Fakta-fakta tersebut diperoleh dengan eksperimen atau observasi-observasi serta dokumen-dokumen.
Tujuan penelitian ini ditujukan pada setiap orang yang ingin melakukan suatu penelitian dengan harapan pada saat melakukan penelitian tidak melenceng dari aturan yang ada. Tujuan penelitian ini adalah untuk memecahkan masalah dan memuaskan rasa ingin tahu. Menurut para ahli tujuan melakukan penelitian adalah untuk meramalkan, mengontrol, dan menjelaskan gejala-gejala yang diamati guna mendapatkan kebenaran yang didapatkan (Subana dan Sudjana 2005:10). Menurut (Rofi’uddin 2003:31) mengatakan bahwa tujuan penelitian mengungkapkan sasaran yang ingin dibahas dalam suatu penelitian. Menurut (Ibnu, dkk 2003:5) mengatakan bahwa tujuan dilakukan penelitian yaitu untuk mendeskripsikan fenomena, menjelaskan hubungan, meramalkan fenomena yang akan terjadi, dan mengendalikan fenomena itu sendiri. Secara umum, tujuan dari melakukan penelitian adalah untuk memecahkan permasalahan yang terjadi dilapangan, memuaskan rasa ingin tahu, dan mencari pengetahuan yang ilmiah.
Fungsi penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan ilmu dan melakukan uji coba ilmu yang telah diperoleh. Menurut (Ibnu, dkk 2003:7) mengetakan bahwa fungsi penelitian adalah cara untuk mengembangkan suatu pengetahuan, sebagai cara untuk mengembangkan teknologi , sebagai penyumbang informasi, dan sebagai alat pemecah masalah praktis dilapangan.
Pentingnya penelitian, suatu kegiatan penelitian merupakan aspek penting bagi kehidupan suatu manusia. Hal ini disebabkan oleh beberapa alasan sebagi berikut :
1)      Tuntutan kebutuhan manusia sebagai makhluk sosial  terus berkembang sejalan dengan perkembangan kehidupan.
2)      Penemuan dibidang teknologi dan inovasi.
3)      Selain didorong oleh rasa ingin tahu, para peneliti juga didorong oleh adanya tuntutan praktis dilapangan.
Macam-macam bentuk penelitian, umunya penelitian bisa dibedakan dalam dua jenis, yaitu :
1)       Penelitian Historis, untuk membuat rekonstruksi masa lampau secara sistematis. Contohnya, studi tentang praktek bawon dipulau Jawa
2)      Penelitian Deskriptitf, untuk membuat deskripsi secara sistematis, faktual dan akurat. Contohnya, studi tentang kebutuhan pendidikan keterampilan didaerah Y
3)      Penelitian Perkembangan, untuk menyelidiki pola urutan pertumbuhan atau perubahan sebagai fungsi waktu. Contohnya, studi kecenderungan tentang pola-pola perubahan X
4)      Penelitian kasus dan penelitian lapangan, untuk mempelajari secara intensif tentang latar belakang keadaan sekarang dan interaksi lingkungan suatu unit sosial. Contohnya, studi lapangan tentang kelompok masyarakat terpencil.
Macam-macam metode penelitian, metode ini mengacu pada bentuk penelitian, tujuan, sifat masalah dan pendekatannya yang memiliki 4 macam metode penelitian :
1)      Metode Eksperimen, untuk menguji apakah variabel-variabe eksperimen efektif atau tidak.
2)      Metode Verifikasi, untuk menguji sebarapa jauh tujuan yang sudah digariskan itu sesuai atau tidak dengan harapan teori yang sudah baku.
3)      Metode Deskriptif, untuk mencari unsur-unsur, ciri-ciri, sifat suatu fenomena.
4)      Metode Historis, suuatu metode penelitian yang meniliti sesuatu yang terjadi dimasa lampau.

Evaluasi dalam melakukan penelitian itu sangatlah penting, tujuannya supaya masalah penelitian yang dipilih benar-benar tepat. Evaluasi masalah penelitian berikut ini merupakan dasar-dasar dari beberapa parameter yang ada, yaitu :
1)      Menarik, masalah yang menarik bisa membuat kita termotivasi untuk melakukan penelitian dengan serius.
2)      Memiliki Nilai Tambah, penelitian harus memiliki nilai tambah dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan hidup manusia.
3)      Hindari Plagiasi, hal yang penting dalam penelitian ialah meneliti hal baru, agar solusi yang kita berikan adalah solusi baru.
4)      Dapat Diuji, pertanyaan mendasar bagi peneliti adalah apakah variabel-variabel penelitian dapat diukur dan diuji.
5)      Mampu Dilaksanakan, kemampuan melaksanakan penelitian merupakan faktor penting, maksudnya masalah yang bagus dan menarik akan menimbulkan minat yang tinggi untuk melaksanakan penelitian.
6)      Etika Penelitian, memberikan patokan apa yang sah dikerjakan dan apa yang tidak sah atau dilarang dilakukan serta nilai-nilai moral yang harus dipatuhi oleh seorang peneliti.














                                                                          SUMBER       
3.      https://books.google.co.id/books?id=DH1kDQAAQBAJ&printsec=frontcover&dq=ebook+metode+penelitian&hl=id&sa=X&ved=0ahUKEwil4cLL0f_dAhWKtI8KHY7FDq4Q6AEINzAD#v=onepage&q&f=false, Alfianika, Ninit M.PD.2016.Metode Penelitian Pengajaran Bahasa Indonesia. Yogyakarta : CV Budi Utama.
5.      https://books.google.co.id/books?id=VnA-DwAAQBAJ&printsec=frontcover&dq=ebook+metode+penelitian&hl=id&sa=X&ved=0ahUKEwil4cLL0f_dAhWKtI8KHY7FDq4Q6AEIRjAG#v=onepage&q&f=false, Noor, Juliansyah DR, S.E, MM.2011.Metodologi Penelitian:Skripsi, Disertasi, dan Karya Ilmiah. Jakarta : Kencana.




Senin, 06 November 2017

Pendidikan Kewarganegaraan, Manusia Yang Baik Adalah

Nama           : Harlis Aryatama.P
NPM            : 33416226
Kelas           : 2ID11

Manusia yang Baik Adalah
      Menurut saya, manusia yang baik adalah manusia yang orientasi hidupnya dinilai terbaik bukanlah dinilai dari ukuran manusia semata, tetapi karena ridha Allah Ta’ala. Manusia yang baik itu adalah manusia yang mau membantu kepada siapapun tidak melihat dari segi fisik maupun segi materi, orang yang mau memberikan ilmu yang dia miliki kepada orang lain, orang yang menghormati orang lain, orang yang berguna bagi keluarga sendiri, orang yang bermanfaatkan bagi keluarga dan teman, orang yang bersikap ramah, orang yang bersikap sopan santun, orang yang memaafkan dan juga meminta maaf, dan juga menjadi orang / manusia yang memiliki akhlak. Menurut saya, manusia yang baik adalah seperti itu.
Manusia merupakan tempatnya salah dan khilaf. Tak ada manusia yang sempurna dan tak memiliki kesalahan. Manusia terbaik adalah manusia yang salah lalu memperbaiki kesalahannya. Selama ini, aku memang terpola dengan pemikiran seperti itu. Dengan segala kenaifannya, bahwa manusia yang baik adalah yang mampu memperbaiki dirinya ketika sadar telah berbuat salah. Jadi, manusia terbaik adalah bukan manusia yang tak pernah salah atau berbuat salah.
Begitulah pola fikir yang terbantuk selama ini. Namun, beberapa hari yang lalu, ketika berdiskusi dengan seorang teman, ia menyangkal pola piker tersebut. Menurut teman saya itu yag biasa dipanggil Maman, bahwa manusia terbaik adalah manusia yang tidak pernah salah. Manusia yang sempurna selalu sadar untuk tidak berbuat salah. Setiap kesalahan yang dilakukan oleh manusia sangat sedikit yang dilakukan oleh orang yang tidak sadar atau tidak sengaja. Contohnya, katanya, korupsi. Orang yang melakukan korupsi dan sejenisnya tentu melakukannya dengan sengaja. Sebab, menurut Maman hal itu dilakukan secara sadar. Bila tidak tidak sadar tentu orang tersebut mabuk, gila atau ada kelainan jiwa lainnya. Jadi, katanya semua perbuatan yang dilakukan secara sengaja dan sadar. Mana ada orang yang tidak sengaja melakukan korupsi, dan mana ada orang gila yang korup.
Akibat perubahan makna orang baik itu kata Maman, banyak orang yang melakukan perbuatan dosa seperti tidak berdosa. Selain itu, karena perubahan makna orang baik tersebut, banyak orang yang melakukan perbuatan salah, dan berusaha memperbaikinya, dan pada kesempatan lain ia melakukannya kembali. Inilah menurut Maman yang menyebabkan masalah kebaikan menjadi terlihat sangat nisbi.
Banyak manusia yang baik pada satu sisi, tapi disisi lain ia melakukan kejahatan, keburukan dan kesalahan. Karenanya, persoalan yang sangat sepele sangat sulit diselesaikan. Untuk jujur saja demikian sulit. Apalagi untuk perbuatan yang sangat besar. Orang bisa melakukan apa saja agar terlihat baik. Padahal disisi lain ia ber buat kejahatan. Banyak orang yang dermawan, tapi sedekahnya dari hasil perbuatan dosa. Terlebih lagi bagi orang yang kikir, tamak, dan rakus. Untuk memperbaikinya, kita harus mengembalikan pemaknaan orang baik sebagaimana adanya, bahwa orang baik adalah orang tidak pernah melakukan kesalahan. Kita tidak bisa merubah makna tersebut, sekalipun tidak ada satu manusiapun yang memenuhi klasifikasi tersebut. Selama ini, kita terlena dengan makna bahwa orang baik adalah orang berbuat salah tapi bisa memperbaiki kesalahannya. Makna ini justru mengaburkan makna yang sesungguhnya.
Menjadi manusia sempurna memang tidak ada, kecuali para Nabi dan Rasul Allah. Namun demikian, tidak bisa kita mereduksi makna manusia baik tersebut. Kriteria manusia baik yang tidak pernah berbuat salah. Tidak bisa dirubah atau dikurangi maknanya. Karena perubahan dan pengurangan makna tersebut justru menjustifikasi perbuatan salah manusia. Yang salah tetap salah. Demikian pula, yang baik dan benar harus tetap baik dan benar.Kita memang bukan manusia baik. Tapi, kita harus berusaha untuk menjaid baik. Caranya. Usahakan untuk tidak berbuat salah.


Rabu, 14 Juni 2017

Ilmu Sosial Dasar# Toleransi yang harus dibangun di Indonesia

Toleransi yang harus di bangun di Indonesia
Indonesia merupakan Negara yang terdiri dari beragam jenis budaya dan agama. Oleh karena itu sikap toleransi harus dimiliki masyarakatnya untuk menghindari timbulnya potensi konflik. Salah satu konflik yang akhir akhir ini marak terjadi di Indonesia adalah konflik agama.
Sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia telah mengungkapkan betapa besarnya kontribusi agama dalam perjuangan kemerdekaan, dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Banyak pahlawan yang terlahir dan turut berjuang karena panggilan agamanya.
Agama di Indonesia memiliki posisi yang terhormat, dan indonesia menanamkan karakter saling menghormati dalam kehidupannya lewat budaya dan agamanya. Namun ironisnya, konflik yang mengatasnamakan agama mulai timbul di Indonesia, dan meningkat tajam dengan semakin berkembangnya gerakan ekstremis agama di Indonesia.
Tidak melihat ras atau agama siapapun menginginkan perdamaian, namun tidaklah mudah untuk mewujudkan perdamaian. Karena itu manusia harus tekun memperjuangkan perdamaian, dan perjuangan perdamaian mestinya nir kekerasan. Esai ini akan membahas tentang peran agama membentuk pemuda toleran dalam memelihara perdamaian.
Perdamaian tidak akan bisa dicapai secara instan. Untuk mencapainya perlu perkembangan dan proses berkelanjutan. Tanpa adanya perdamaian, kesejahteraan masyarakat dalam bidang ekonomi dan politik tidak mungkin tercapai. Hal ini dikarenakan tidak adanya sikap toleransi yang memungkinkan keharmonisan dan kerjasama sosial antar masyarakatnya.
Toleransi sendiri adalah menghargai perbedaan dan kemampuan untuk hidup dan membiarkan orang lain hidup dengan hidupnya. Toleransi merupakan kemampuan untuk memberikan sikap yang objektif dan adil pada pendapat, prilaku, ras, dan agama yang berbeda. Bukan hanya sekedar tidak memperdulikan perbedaan, toleransi lebih mengarahkan manusia untuk menunjukan rasa hormat pada perbedaan tiap tiap manusia.
Toleransi merupakan salah satu kunci utama dalam memelihara perdamaian dan menjauhi konflik dalam kehidupan bermasyarakat  (Yusuf, 2013). Dengan adanya toleransi bahkan ketika ada konflik, kelompok yang berkonflik akan menahan rasa sakit masa lalu dan menyelesaikan perbedaan secara damai. Perpecahan dan konflik pasti akan terlahir tanpa adanya sikap toleransi.
Pada dasarnya, manusia diciptakan dengan berbagai macam perbedaan. Lokasi hidup, agama yang dianut, pendidikan, keadaan sosial akan membentuk karakter dan nilai- nilai yang di miliki seseorang. Nilai nilai hidup yang berbeda sangat rentan menimbulkan sebuah kesalahpahaman dalam komunikasi tanpa adanya toleransi akan perbedaan. Hanya dengan rasa saling percaya masyarakat dapat membangun perdamaian.
Rasa saling percaya harus dibangun dengan pendidikan karakter yang mendukung rasa pengertian, toleransi, saling hormat, dan komunikasi. Bibit bibit perdamaian dan toleransi beragama ini harus ditanamkan sejak dini didalam diri anak anak, agar generasi penerus bangsa yang terbentuk adalah generasi cinta damai.
Generasi cinta damai terdiri dari sumber daya manusia dengan rasa toleransi yang tinggi yang dibentuk dengan pendidikan dan pembentukan karakter yang baik. Karakter yang harus ditanamkan pada generasi penerus antara lain hidup dalam damai dan kepedulian, kesadaran untuk menolak segala bentuk kekerasan dan pelanggaran HAM, kemampuan berbagi dan menghormati. keterbukaan dan komunikasi, serta toleransi akan perbedaan baik etnis, budaya, dan agama.
Penanaman benih benih toleransi ini dapat dilakukan dengan beragam aktivitas seperti drama, nyanyian, puisi, proyek, dan peningkatan kesadaran seseorang dalam hal perbedaan nilai budaya dan agama secara lokal, nasional, dan global.
Sikap perdamaian dan persaudaraan dalam menghargai hak-hak asasi manusia harus juga ditegakkan untuk mencapai persatuan dan kesatuan umat manusia. Sebab persatuan yang kuat akan menimbul-kan kekuatan dan menghindari kehinaan dan kelemahan (Supriyanto, 2013)

Semakin sering generasi muda ditempa dan di didik akan gambaran positif, serta keunikan nilai budaya dan agama lain, semakin sulit mereka untuk mencari kesalahan orang lain, sehingga menumbuhkan rasa toleransi  dan saling menghormati diantara mereka. Ketika setiap orang saling menghormati dan menjunjung tinggi satu sama lain, mereka dapat hidup dan bekerja sama demi kesejahteraan bersama.

Sabtu, 03 Juni 2017

Ilmu Sosial Dasar# Tokoh Pahlawan Indonesia

KH. Agus Salim

Haji Agus Salim (lahir dengan nama Mashudul Haq (berarti "pembela kebenaran"); lahir di Koto Gadang, Agam, Sumatera Barat, Hindia Belanda, 8 Oktober 1884 – meninggal di Jakarta, Indonesia, 4 November 1954 pada umur 70 tahun) adalah seorang pejuang kemerdekaan Indonesia. Haji Agus Salim ditetapkan sebagai salah satu Pahlawan Nasional Indonesia pada tanggal 27 Desember 1961 melalui Keppres nomor 657 tahun 1961.
Agus Salim lahir dari pasangan Soetan Salim gelar Soetan Mohamad Salim dan Siti Zainab. Jabatan terakhir ayahnya adalah Jaksa Kepala di Pengadilan Tinggi Riau.
Pendidikan dasar ditempuh di Europeesche Lagere School (ELS), sekolah khusus anak-anak Eropa, kemudian dilanjutkan ke Hoogere Burgerschool (HBS) di Batavia. Ketika lulus, ia berhasil menjadi lulusan terbaik di HBS se-Hindia Belanda.
Setelah lulus, Salim bekerja sebagai penerjemah dan pembantu notaris pada sebuah kongsi pertambangan di Indragiri. Pada tahun 1906, Salim berangkat ke Jeddah, Arab Saudi untuk bekerja di Konsulat Belanda di sana. Pada periode inilah Salim berguru pada Syeh Ahmad Khatib, yang masih merupakan pamannya.
Salim kemudian terjun ke dunia jurnalistik sejak tahun 1915 di Harian Neratja sebagai Redaktur II. Setelah itu diangkat menjadi Ketua Redaksi. Menikah dengan Zaenatun Nahar dan dikaruniai 8 orang anak. Kegiatannya dalam bidang jurnalistik terus berlangsung hingga akhirnya menjadi Pemimpin Harian Hindia Baroe di Jakarta. Kemudian mendirikan Suratkabar Fadjar Asia. Dan selanjutnya sebagai Redaktur Harian Moestika di Yogyakarta dan membuka kantor Advies en Informatie Bureau Penerangan Oemoem (AIPO). Bersamaan dengan itu Agus Salim terjun dalam dunia politik sebagai pemimpin Sarekat Islam.
Di antara tahun 1946-1950 ia laksana bintang cemerlang dalam pergolakan politik Indonesia, sehingga kerap kali digelari "Orang Tua Besar" (The Grand Old Man). Ia pun pernah menjabat Menteri Luar Negeri RI pada kabinet Presidentil dan pada tahun 1950 sampai akhir hayatnya dipercaya sebagai Penasehat Menteri Luar Negeri.
Pada tahun 1952, ia menjabat Ketua di Dewan Kehormatan PWI. Biarpun penanya tajam dan kritikannya pedas namun Haji Agus Salim dikenal masih menghormati batas-batas dan menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik.
Setelah mengundurkan diri dari dunia politik, pada tahun 1953 ia mengarang buku dengan judul Bagaimana Takdir, Tawakal dan Tauchid harus dipahamkan? yang lalu diperbaiki menjadi Keterangan Filsafat Tentang Tauchid, Takdir dan Tawakal.
Ia meninggal dunia pada 4 November 1954 di RSU Jakarta dan dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta. Namanya kini diabadikan untuk stadion sepak bola di Padang.




Jumat, 28 April 2017

Ilmu Sosial Dasar# Membangun Budaya Indonesia

Cara Membangun Budaya Indonesia
Akhir-akhir ini budaya Indonesia semakin terlupakan oleh jaman yang namanya moderninsasi. Modernisasi itu sendiri adalah transformasi dari sebuah bentuk keadaan dari yang kurang maju  atau kurang berkembang kearah yanng lebih baik dengan harapan lebih maju dan lebih berkembang lagi. Dengan adanya keadaan yang seperti itu banyak anak-anak muda jaman sekarang yang sudah melupakan budaya Indonesia dan mereka lebih memilih menganut dari budaya luar Indonesia, seperti budaya Eropa dan budaya Amerika. Jika keadaan yang seperti ini terus berlanjut, maka budaya-budaya yang ada di Indonesia akan semakin terlupakan dan masyarakat Indonesia lebih memilih untuk menganut budaya Eropa dan Amerika.

Kita sebagai masyarakat Indonesia yang masih peduli akan budaya-budaya di Indonesia harus menjaga dan melestarikan budaya lokal, jangan sampai budaya lokal kita ini menjadi hilang atau punah. Sebagai generasi muda yang ingin melestarikan budaya Indonesia, kita bisa melakukan berbagai cara seperti,  mau mempelajari budaya tersebut, baik hanya sekedar mengenal atau bisa juga dengan ikut mempraktikkannya dalam kehidupan kita, Ikut berpartisipasi apabila ada kegiatan dalam rangka pelestarian kebudayaan daerah Indonesia, mengajarkan kebudayaan itu pada generasi penerus sehingga kebudayaan itu tidak musnah dan tetap dapat bertahan, mencintai budaya sendiri tanpa merendahkan dan melecehkan budaya orang lain, mempraktikkan penggunaan budaya itu dalam kehidupan sehari-hari, misalnya budaya berbahasa, menghilangkan perasaan gengsi ataupun malu dengan kebudayaan yang kita miliki, dan juga menghindari sikap primordialisme dan sikap etnosentrisme.

Jadi, kita sebagai masyarakat Indonesia yang baik dan cerdas harus pintar dalam hal memilih dan memilah segala budaya manapun yang masuk kedalam negara kita ini, jika kita tidak melakukan hal tersebut maka budaya-budaya yang ada di Indonesia ini akan terlupakan oleh budaya-budaya dari luar yang mudah masuk ke dalam negara kita ini.


Tetapi kita juga harus sadar akan arti cinta tanah air, jika tidak dari diri kita sendiri maka kita tidak akan paham apa itu arti cinta tanah air, dan kita tidak bisa menjaga kelestarian budaya-budaya Indonesia.

Sabtu, 22 April 2017

Ilmu Sosial Dasar# Adat Pernikahan Sunda di Indonesia

Adat Pernikahan Sunda
1. Neundeun
Omong Neundeun omong adalah tahap awal yang harus dilakukan dalam ritual adat sunda. Pada tahapan ini dilakukan perbincangan antara kedua orang tua mempelai ataupun siapa saja yang jadi utusan dari pihak pria, yang datang bersilaturahmi kepada orangtua. Utusan tersebut harus menyampaikan pesan bahwa nantinya sang gadis akan dilamar. Namun, di beberapa daerah pasundan tertentu, terkadang ada yang menggunakan cara dengan saling mengirim barang tertentu.
2. Narosan (Lamaran)
Narosan ini merupakan tahapan tindak lanjut setalah proses neundeun omong dilakukan. Narosan ini dilakukan oleh pihak kedua keluarga mempelai untuk sepakat menjalin hubungan yang lebih jauh. Perbedaannya dengan Neunden omong, pihak keluarga laki-laki membawa barang-barang seperti  lemareun, pakaian perempuan, cincin meneng, dan beubeur tameuh. Barang-barang tersebut tentunya memiliki arti masing-masing.
3. Tunangan
 Setelah Narosan, selanjutnya dilakukan tunangan dengan car dilakukan pertukaran beubeur tameuh (Ikat panggang kaum perempuan terutama setelah melahirkan). Beubeur tameuh ini memiliki makna sebagai tanda adanya ikatan lahir batin antara kedua belah pihak.
4. Seserahan
Dalam adat sunda, seserahan dilakukan pada 3 – 7 hari sebelum acara pernikahan dilaksanakan. Calon pengantin membawa uang, baju, perlengkapan rumah tangga, dan sebagainya.
5. Ngaras
 Ngaras ini adalah proses meminta izin dari pihak calon mempelai wanita kepada kedua orang tua dengan cara sungkeman dan mencuci kaki kedua orang tua serta bersujud dipangkuan orang tuanya.
6.Ngebakan (Siraman)
Proses ngebakan atau siraman biasanya dilakukan 3 hari menjelang hari pernikahan. Ngebakan ini mempunyai makna agar kedua mempelai bersih secara lahir dan batin.
7.       Ngeuyeuk
Sereuh Ngeuyeuk sereuh berasal dari ngaheuyeuk yang berarti mengolah. Biasanya acara ini dilakukan bersamaan dengan prosesi seserahan. Acara ini biasanya dihadiri oleh kedua calon mempelai dengan keluarga dekat yang dilaksanakan pada malam hari sebelum dilakukan prosesi akad nikah. Prosesi ini dipimpin oleh nini pangeuyeuk (Juru rias). Kedua calon mempelai meminta restu kepada orang tua masing-masing. Lewat prosesi ini, orang tua memberikan nasehat-nasehat lewat lambang benda-benda yang disertakan dalam acara prosesi.
8. Akad Nikah
Akad nikah dilakukan pada hari yang telah ditetapkan oleh kedua kea bersangkutan. Taradisinya adalah romobongan keluarga dari calon mempelai laki-laki datang ke kediaman calon mempelai perempuan dengan membawa mas kawin dan peralatan seperti seserahan.
9. Saweran
Saweran berasal dari kata panyaweran yang dalam bahasa sunda berarti tempat jatuhnya air dari atap rumah. Acara ini mempunyai makna berbagi rezeki dan kebahagiaan. Saweran dilakukan oleh kedua orang tua dengan diiringi kidung. Kedua mempelai duduk berdampingan dengan dilindungi payung. Saweran dilakukan sampai kidung selesai dilantukan. Alat saweran dinamakan bokor. Bokor ini berisi uang logam (kemakmuran), beras (kemakmuran), kembang gula (mendapatkan manis dalam hidup berumah tangga) dan kunyit (kejayaan).

Ilmu Sosial Dasar# Indonesia Yang Kita Idam-Idamkan

Indonesia Yang Kita Idam-Idamkan
Disini saya ingin bercerita tentang Indonesia yang kita atau saya idam-idamkan. Sebenarnya negara kita ini Indonesia sangat kaya sekali, sumber daya yang melimpah, rempah-rempah yang melimpah,  wilayah lautan yang luas sehingga stok ikan di negara kita sangan banyak. Tetapi dari semua kekayaan yang melimpah itu masih banyak sekali masyarakat di Indonesia yang masih tidak mampu ( orang miskin ). Kenapa masih banyak sekali masyarakat kita yang seperti itu? Apakah masyarakat Indonesia masih banyak yang tidak bersyukur kepada tuhan Yang Maha Esa atau memang masyarakat kita tidak bisa mengelola sumber daya yang melimpah ini. Kita bisa mencukupi kehidupan kita masing-masing asalkan kita bisa memanagenya dengan baik dan benar, dan juga kita menjadi masyarakat yang taat pada agama kita masing-masing supaya kita selalu mensyukuri atas apa yang telah di berikan oleh Tuhan Yang Maha Esa kepada kita.
Masyarakat di Indonesia itu semuanya ramah-ramah, murah senyum, dan mau menolong terhadap sesamanya. Tetapi dari sebagian sifat masyarakat tersebut, masih saja ada juga masyarakat yang serakah, masyarakat yang ingin memiliki segalanya sehingga menghalalkan segala cara. Maka dari sifat tersebut munculah para penjahat penjahat berperut buncit atas hasil yang ia ciptakan yaitu uang haram ( seorang koruptor ). Itu semua adalah hal yang ingin kami hilangkan dari negara tercinta kami, yaitu negara Indonesia. Koruptor, perampok, pembunuh, penjahat seksual, dan kejahatan-kejahatan yang lainnya ingin sekali kami hilangkan. Karena itu bukanlah sifat Indonesia yang kami idam-idamkan.
Indonesia yang kami idam-idamkan adalah tidak adanya koruptor, perampok, pembunuh, dan juga penjahat seksual. Karena mereka semua itu adalah penjahat yang membuat Indonesia menjadi tidak aman, menjadikan masyarakat nya was-was terhadap para penjahat tersebut. Karena kami mengidam-idamkan Indonesia yang aman, sejahtera, tidak adanya para penjahat, dan juga hidup dengan tenang di negara tercinta ini yaitu Indonesia.

Indonesia juga mengalami kenaikan tingkat polusi udara yang sangat tinggi, itu di sebabkan oleh banyak nya kendaraan bermotor  maupun bermobil yang masuk kedalam negara kita Indonesia. Dan juga laju kelahiran anak di Indonesia juga semakin lama semakin banyak. Jadi maka dari itu Indonesia harus mengerem penambahan kendaraan bermotor yang masuk keIndonesia dan juga mengerem kelahiran penambahan penduduk di negara, karena semakin banyak populasi masarakat Indonesia semakin banyak bangunan yang kita bangun untuk tempat tinggal sehingga kita kekurangan lahan hijau kita.